26 Maret 2008

Infrastruktur Persela Mantap

LAMONGAN - Jalan Persela Lamongan untuk tetap berlaga di superliga 2008 semakin mulus. Tim yang menjadi "pasien" khusus tim asistensi Badan sepak Bola Liga Indonesia (BLI) itu, kemarin (25/3) mendapat sanjungan dari Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono.

"Mantap. Semangat Persela dalam menghadapi kompetisi superliga sangat luar biasa. Ini surprise bagi kami. Persela telah melakukan pembenahan yang tidak keliru," katanya setelah meninjau persiapan infrastruktur yang dilakukan Persela.

Pujian Joko juga tersirat dari pernyataannya yang menyarankan agar Persela membayangkan menjadi juara superliga atau sebagai peserta Liga Champion Asia. Dengan membayangkan prestasi seperti itu, tim berkostum kebesaran biru muda ini bisa segera merencanakan pembangunan individual sit yang kapasitas minimalnya mampu menampung 3.000 penonton.

Joko yang hadir di Lamongan didampingi seorang stafnya Lanu Mahardika itu menjelaskan, asistensi yang dilakukannya lebih difokuskan ke aspek infrastruktur. Dari hasil pengamatannya di Stadion Surajaya, rata-rata sudah bagus. Dia mencontohkan dari aspek security. Menurut Joko, pagar lapangan yang dibangun Persela sangat layak. Bahkan, bahan, kekuatan, dan kekukuhan pagar bisa dijadikan prototipe daerah lain.

"Saya sempat kaget. Saya pernah diam-diam tanpa sepengetahuan siapapun datang ke stadion ini. Melihat pagar keliling sangat tidak layak. Tapi, sekarang sudah sangat bagus. Juga perlu ditambahkan, soal pagar Persela juga harus membangun pagar pembatas antara suporter tamu dengan tim tuan rumah. Kalau di Ternate hal ini tidak terlalu dimasalahkan, tapi di Lamongan sangat mungkin akan kedatangan suporter tamu," imbuhnya.

Terkait kondisi lapangan, homogenitas rumput, kerataan tanah, Joko juga tidak terlalu mempermasalahkan. Kalaupun ada yang perlu diperhatikan, menurut dia, hanya mengenai kekerasan lapangan. Ada beberapa lokasi lapangan hijau yang dinilai masih terlalu lembek. Terutama di bagian timur dan selatan. Joko menilai ini terjadi hanya karena drainase yang kurang begitu baik, sehingga perlu dibenahi.

Mengenai lampu stadion, Joko memang belum melihat langsung. Namun, melihat desainnya, dia menilai cukup modern. Alasannya, pemasangan lampu menggunakan tiang tunggal yang tidak terlalu memakan tempat dan minim dari kerawanan kecelakaan. Persela menargetkan pemasangan lampu itu selesai April nanti.

Penilaian positif juga disampaikan Joko terkait rencana pembuatan ruang pers, pintu, dan ruang ganti, serta rencana pemanfaatan ruang untuk mes Persela U-21 di Stadion Surajaya. Joko hanya menyarankan kepada Persela agar pandai memnafaatkan ruang kosong di lokasi stadion.

Sebelum meninjau ke stadion, Joko sempat diterima Bupati Lamongan Masfuk di sekretariat Persela, Jalan Lamongrejo 1. Dan, setelah melihat-lihat kondisi stadion, Joko dan Lanu selama hampir tiga jam meninjau pembangunan lapangan alternatif khusus latihan pemain bersama Ketua Harian Persela Fadeli. Di lapangan yang berlokasi di Kecamatan Deket ini, Joko banyak memotret menggunakan kamera digital.

Seperti diberitakan, Persela menjadi "pasien" khusus ketiga yang dikunjungi tim asistensi BLI. Sebelum ke Lamongan, tim yang diketahui Joko itu mengunjungi Persiwa dan Persiter Ternate. Bahkan, di Ternate, tim asistensi BLI menyediakan waktu dua hari. (idi)

Tidak ada komentar: