03 April 2008

Jimmy Suparno Gabung Persela



LAMONGAN-Telenta Jimmy Suparno, striker lokal yang kali terakhir memperkuat Deltras Sidoarjo rupanya masih mampu menggetarkan hati manajemen Persela Lamongan. Sehingga, perburuan terhadap pemain kelahiran Cilacap, Jawa Tengah itu pun dilakukan. Terlebih setelah mendengar nasib Jimmy sedang dalam keadaan tidak ada kepastian dari klub asalnya, perburuan semaikin diintensifkan.

Hasilnya positif. Tim pemburu pemain tim Laskar Joko Tingkir akhirnya menemukan jawaban. Setelah terjadi keepakatan kontrak, pemain jebolan diklat Salatiga itu menyatakan siap bergabung dengan tim kesebelasan kebanggaan warga Lamongan ini. Dan, secara resmi Jimmy kemarin (2/3) teken kontrak dengan Persela. Dia amunisi terbaru dan pemain lokal terakhir yang ditargetkan Persela.

"Mudah-mudahan bergabungnya Jimmy ini akan semakin menjadikan tim kita semakin tangguh dan siap bersaing di ajang super liga nanti," kata Ketua Umum Persela Masfuk.

Penandatanganan kontrak pemain antara Jimmy Suparno dengan Persela kemarin dilakukan di ruang kerja bupati. Saat itu disaksikan Ketua Harian Persela Fadeli dan sejumlah pejabat teras Persela lainnya. "Saya akan bekerja keras untuk Persela. Semoga kehadiran saya di Lamongan mendapat sambutan dan dukungan baik. Tentu bisa diterima tim secara utuh sehingga mampu bekerjasama dalam satu tim," ujar Jimmy, yang mengaku masih lajang ini.

Dikontraknya Jimmy Suparno yang juga pernah membela Persipura Jayapura, Persijap Jepara ini menjadikan jumlah pemain Persela menjadi 25 orang. Banyak yang tidak menyangka Jimmy bakal direkrut, karena sebelumnya manajemen menyatakan pemain lokal sudah cukup.

Kalaupun masih kurang hanya butuh dua pemain asing saja. Yaitu untuk posisi striker dan gelandang bertahan atau play maker. Sebenarnya bidikan pemain asing untuk posisi itu sudah ada. Menurut manajemen, tercatat ada tujuh pemain yang berasal dari berbagai Negara. Di antaranya pemain asal Liberia, Nigeria, Brazil dan Argentina.

Hanya, sejumlah pemain itu hingga kini masih belum dihadirkan di Stadion Surajaya untuk bergabung dengan Marcio Souza dkk. Alasannya, karena selama setengah bulan sejak latihan perdana yang dimulai Selasa lalu, Persela tanpa dibimbing oleh pelatih kepala. Yatu M. Basri dan asistennya Agus Yuwono karena keduanya masih mengikuti kursud kepelatihan untuk mendapatkan lisensi A. Lisensi itu penting karena menjadi syarat utama sebagai pelatih tim peserta kompetisi super liga.

Sementara itu, latiha hri kedua Persela kemarin berlangsung seperti sehari sebelumnya. Sebanyak pemain yang hadir hanya menjalani latihan ringan. Melakukan peregangan serta sentuhan bola dan dilanjutkan game setengah lapangan. Program latihan seperti itu dijalankan M. Hadi dan ragiel Sudirman, hanya semata-mata menjalankan program yang ditingalkan Basri.(idi)

Tidak ada komentar: