14 Maret 2008

Dipastikan tanpa Basri






Dipastikan tanpa Basri


Latihan Perdana Persela 1 April
LAMONGAN - Latihan perdana Persela Lamongan yang dijadwalkan mulai 1 April nanti dipastikan tidak dipimpin M. Basri. Tim kesebelasan berjuluk Laskar Joko Tingkir yang dipersiapkan untuk kompetisi superliga dengan materi pemain 60 persen pemain baru itu hanya dilatih dua asisten pelatih. Yakni, M. Hadi dan Ragiel Sudirman.

Kemanakah Basri? Pelatih asal Makassar ini absen memimpin latihan perdana dan setidaknya hingga dua minggu kemudian karena harus memenuhi kewajiban yang dicanangkan BLI untuk mendapatkan lisensi A. Selama dua minggu dia mengikuti kursus kepelatihan lisensi A yang diadakan PSSI. Begitu juga asisten pelatih Agus Yuwono.

"Mestinya saya sudah berangkat sore ini (kemarin, Red). Tapi, tanggung jawab seleksi Persela U-21 baru sore ini juga selesai, terpaksa besok pagi (hari ini, Red) saya baru berangkat," kata Basri di Stadion Surajaya Lamongan kemarin sore.

Pelatih yang semasa mudanya menjadi langganan timnas PSSI itu menilai tidak ada masalah jika dia harus meninggalkan latihan tim asuhannya selama dua minggu. Apalagi, latihan awal, yang sesuai dengan program latihan yang sudah disusunnya masih masuk sesion pengembalian taste bermain bola.

"Kebanyakan pemain kita kalau libur kompetisi kan tidak bermain bola. Sehingga kondisinya kebanyakan kaku dan perlu dikembalikan lagi. Baru setelah dua minggu mereka kita programkan latihan yang sudah mengarah," katanya.

Selama dia tinggalkan, lanjut Basri, latihan tetap terprogram. "Program itu semuanya sudah saya serahkan kepada dua asisten pelatih," lanjutnya.

Namun, apakah ada jaminan bahwa Basri akan lolos dalam mengikuti kursus kepalatihan lisensi A? Jika memang gagal, bisa jadi Persela harus mencari pengganti. Hanya, Basri optimistis lolos dalam mengikuti kursus tersebut. Sebab, dia mengantongi banyak sertifikat kepelatihan, mulai strata 1 internasional maupun nasional. Dia pernah didaulat mengani tim merah putih.

"Tapi, jika sudah menjadi persyaratan mutlak, kita juga tetap patuh. Kalaupun semisal gagal, saya kira juga tidak ada masalah. Mudah-mudahan saja berhasil, dan saya tetap bisa melatih di Persela," katanya. (idi)

13 Maret 2008

Ucok Resmi Perkuat Laskar Joko Tingkir


Taufiq LepasLAMONGAN-Agustiar ’Ucok’ Batubara cukup butuh tiga hari untuk meyakinkan pelatih dan manajemen Persela Lamongan. Setelah tiga hari tampil di lapangan stadion Surajaya Lamongan untuk mengikuti seleksi pemain, mantan stoper Pelita Jaya itu akhirnya resmi dikontrak untuk memperkuat skuad tim kesebelasan berjuluk Laskar Joko Tingkir. Ucok tidak sendirian, FX Januar asal gelandang Persema Malang juga sudah resmi gabung."Keduanya sudah teken kontrak. Mereka dipandang layak gabung Persela karena secara kebetulan posisi mereka masih dibutuhkan. Khususnya posisi gelandang bertahan, kita kan masih kurang," kata Ketua Harian Persela Fadeli.Lebih jauh Fadeli yang juga Sekkab Pemkab Lamongan ini mengatakan, dengan direkrutnya Ucok dan Januar, berarti kebutuhan pemain Persela kemungkinan tingga dua pemain asing. Seorang berposisi sebagai gelandang bertahan dan seorang lagi posisi striker. "Kedua pemain asing untuk posisi itu sudah kita dapatkan. Sekarang ini masih dalam proses nego," imbuhnya.perekrutan Ucok khususnya, berarti akan terjadi penumpukan pemain untuk posisi stoper. Karena sebelumnya tim kesebelasan kebanggaan warga Lamongan ini sudah merekrut Fabiano Rosa Beltrame, Ilham Zulkarnaen dan John Scarlet serta Denny Tarkas. Belum lagi jika Taufiq jadi bergabung. "Saya pikir tidak. Empat stoper sudah pas. Karena Taufiq akhirnya tidak jadi memperkuat Persela. Mungkin lebih baik bagi dia untuk mempertebal ilmu dan pengalamannya jika bermain di klub luar Lamongan," tandasnya.Sementara itu, seleksi Persela U-21 tinggal hari ini. Dari sekitar 150 pemain yang pada akhirnya beramai-ramai mengikuti seleksi, tim pemandu bakat hanya menyisakan 32 pemain. Empat di antaranya penjaga gawang. Tapi, pemain sebanyak ini belum final. Masih akan ada seleksi lagi, yang kemungkinan besar ditentukan hari ini. "Bahkan tidak hanya besok (hari ini, Red) saja. Selama perjalanan, mungkin selama menjalani latihan ternyata pemain tersebut tidak menunjukkan keseriusannya akan dicoret juga," tegas M. Basri, pelatih kepala Persela yang sekaligus sebagai kepala tim seleksi. (idi)

11 Maret 2008

Ucok Proses Nego

LAMONGAN - Aroma Pelita Jaya bakal semakin kental di tubuh Persela Lamongan. Setelah resmi mengontrak Tomy Rifka (wing back), Edi Supriyadi (penjaga gawang), dan stopper Andro Levandy, tim berjuluk Laskar Joko Tingkir ini sekarang berencana menambah satu pemain lagi asal klub di Purwakarta tersebut.

Kemarin, Agustiar "Ucok" Batubara, stopper Pelita Jaya lainnya, diajak bernegosiasi. Ucok diproyeksikan untuk melengkapi skuad lini belakang Persela. Sebelumnya tim kebanggaan warga Kota Lamongan tersebut telah merekrut pemain belakang Sunar Sulaiman, Fabiano, Ilham Zulkarnaen, Deny Tarkas, dan John Scarlet. Jumlah pemain belakang ini bakal bertambah jika Taufik Kasrun, stopper asal Lamongan, menandatangani perpanjangan kontrak. Juga, apabila negosiasi dengan mantan stopper Persema Malang FX Januar berjalan lancar.

Menurut Ketua Harian Persela Fadeli, selain bernegosiasi dengan Ucok dan Januar, pihaknya juga sedang melakukan pembicaraan dengan mantan gelandang bertahan PSMS Medan Achmad Junaidi. Dia menjelaskan, ketiga pemain tersebut sudah mendapat rekomendasi dari pelatih M Basri untuk direkrut. Alasannya, ketiganya sudah berpengalaman berlaga di divisi utama. "Untuk Ahmad Junaidi juga mantan pemain PSSI U-20 yang pernah ditangani pelatih Peter White dari Inggris," katanya.

Selain menambah pemain lokal, lanjut pria yang juga menjabat Sekkab Lamongan itu, Persela juga sedang memburu tambahan dua pemain asing sesuai kuota PSSI. Saat ini Persela sudah mempunyai tiga pemain asing, yakni Marcio Sauza da Silva, Alexander Robinson, dan Fabiano Berltrame. "Kami terus mencari tambahan pemain asing yang berkualitas sambil menunggu keluarnya daftar pemain asing yang tidak direkomendasi PSSI agar tidak salah rekrut," tuturnya.

Saat ini, lanjut dia, jumlah pemain yang mengikuti seleksi Persela bertambah dua orang. Yakni Ruly Handoyo, mantan gelandang dari PSIM Jogjakarta dan Nanang dari PSM Makasar.

Sementara itu, seleksi Persela U-21 telah berhasil mendapatkan 30 pemain. Selain dari Lamongan sendiri, mereka ada yang berasal dari Gresik, Surabaya, dan beberapa kota lain. "Besok (hari ini,Red) jam tiga sore, tim tersebut akan melakukan pertandingan uji coba melawan pemain diklat Petrokimia Gresik U-21 di Stadion Surajaya Lamongan," kata Manajer Persela U-21, Agus Suyanto.

Menurut pria yang juga menjabat Kabag Umum Pemkab Lamongan itu, dalam pertandingan uji coba tersebut 30 pemain tersebut bakal dilihat kemampuannya. "Tim seleksi yang dipimpin pelatih M Basri nantinya menetapkan 25 pemain untuk masuk skuad Persela U-21 yang akan didaftarkan mendampingi Persela senior untuk menghadapi superliga," katanya. (feb)

Ucok Seleksi di Persela



LAMONGAN - Beberapa pemain Liga Indonesia hadir dalam seleksi Persela Lamongan U-21. Salah satunya Agustiar "Ucok" Batubara. Dia adalah stopper yang musim lalu memperkuat Pelita Jaya Purwarta.

Ucok datang ke Stadion Surajaya Lamongan tentu bukan untuk seleksi tim Persela U-21. Dia bermain bola di stadion kebanggaan warga kota Lamongan itu agar dipantau pelatih M. Basri. Selain Ucok, pemain lain yang mencoba mengadu nasib di Persela adalah mantan gelandang bertahan PSMS Junaedi, mantan striker dan stopper Persema Anam dan Januar FX, tiga mantan pemain Persipura, yakni Faizal, Mizax dan Remon, serta Dia Fachrudin, mantan bek kiri PS Siwijaya FC berdarah Lamongan. "Kami coba mereka untuk tinggal beberapa hari. Kalau ternyata hasilnya bagus, tidak menutup kemungkinan mereka direkrut untuk tim senior," kata M. Basri yang kemarin ikut menyeleksi pemain Persela U-21.

Menurut dia, kans para pemain itu untuk bergabung masih terbuka. Apalagi, pemain-pemain tersebut sudah memiliki jam terbang tinggi. Dia mencontohkan Ucok dan Dian. "Bahkan, kalau tidak salah Remon itu adik kandung dari Elly Aiboy. Tapi, kita lihat saja dulu. Kami belum bisa memastikan sekarang," imbuhnya.

Sementara itu, peserta seleksi Persela U-21 kemarin ada sekitar 100 pemain. Dari seleksi awal itu, akhirnya hanya menyisakan 30 pemain.

"Saya kira ini bagus bagi Persela. Artinya, untuk membentuk tim Persela U-21 banyak peminatnya. Siapa tahu di luar jangkauan kami sebelumnya, ternyata kami menemukan pemain bagus," tutur Basri.(idi)