19 Maret 2008

Pembenahan Surajaya Dikebut





LAMONGAN - Pembenahan Stadion Surajaya Lamongan terus dikebut. "Boleh saja dikatakan kalau pekerjaan ini dikebut sebagai salah satu upaya kita untuk meyakinkan kepada BLI saat asistensi nanti. Bahwa stadion kita ini memang layak untuk menggelar kompetisi sepak bola sesuai persyaratan yang diminta agar bisa mengikuti ajang superliga," kata Sekkab Lamongan Fadeli saat sidak di stadion kebanggaan warga Kota Lamongan kemarin (19/3).

Pria yang juga ketua harian Persela itu menjelaskan, kalaupun BLI saat asistensi ke Lamongan merasa belum puas dengan aspek sarana prasarana stadion, Persela nantinya bakal menyuguhkan konsep atau rencana tentang pembenahan stadion. Dia berharap BLI percaya bahwa Persela serius untuk bisa mengikuti superliga yang dimulai sekitar pertengahan Juli mendatang.

"Kami bisa beberkan gambar atau bisa juga bukti lelang pembangunan lampu dan fasilitas lainnya yang akan dikerjakan segera dan dinyatakan tuntas sebelum superliga dimulai. Masak kalau sudah diberikan bukti rencana pembangunan serta batasan waktu penyelesaiannya masih tidak percaya. Kalau kami tetap yakin bahwa stadion kami ini layak untuk menggelar superliga," imbuhnya.

Dalam sidak itu, Fadeli yang didampingi sejumlah pengurus Persela dan kepala PU Cipta Karya yang diserahi penyelesaian pembenahan stadion. Saat ke stadion, dia tak hanya meninjau pekerjaan ruang ganti pemain dan fasilitas lainnya yang ada. Namun, juga menyempatkan diri mengunjungi lapangan khusus untuk latihan di Desa Deket Wetan. Lapangan yang berlokasi sekitar satu kilometer arah timur dari stadion itu sedang dibuatkan pagar dan diuruk tanahnya. "Mudah-mudahan semua yang kami lakukan ini cepat terselesaikan," harapnya. (idi)

Siap Hadapi Asistensi BLI

LAMONGAN - Persela Lamongan tak ingin malu. Mereka terus menggenjot perbaikan sejumlah infrastruktur pertandingan hingga pelaksanaan asistensi oleh Badan Liga Indonesia (BLI) yang dijadwalkan 24 Maret mendatang.

Salah satu fokus perhatian perbaikan adalah pembangunan lampu Stadion Surajaya Lamongan. "Kami sudah menyiapkan anggaran Rp 2,9 miliar untuk pembangunan lampu stadion tersebut dan bila perlu bisa bertambah karena kami menginginkan kualitasnya benar-benar berstandar AFC (federasi sepakbola Asia)," kata Ketua Harian Persela Fadeli kepada Radar Bojonegoro kemarin.

Menurut dia, pembangunan lampu stadion tersebut sudah dilakukan sejak pekan lalu yang diawali dengan pembuatan pondasi untuk berdirinya tiang lampu. "Pada saat asistensi 24 Maret mendatang, lampu tersebut memang belum bisa terpasang secara keseluruhan. Tetapi, tim asistensi dari BLI sudah bisa melihat langsung kalau Stadion Surajaya sudah pasti akan dilengkapi lampu, sesuai persyaratan untuk superliga," jelasnya.

Selain lampu stadion, lanjut pria yang juga Sekkab Lamongan ini, persyaratan lainnya untuk mengikuti superliga juga sudah dipenuhi Persela. Antara lain, sekretariat Persela yang cukup representatif di Jalan Lamongrejo, termasuk lapangan untuk latihan di Kecamatan Deket yang tidak jauh dari Stadion Surajaya.

Untuk persyaratan tim, Fadeli juga menyatakan sudah siap. Mulai tim senior yang sudah memiliki 21 pemain dan pemain U-21 yang mempunyai 32 pemain dan nanti diseleksi lagi.

Menurut dia, pada superliga mendatang, setiap tim diharuskan mendaftarkan maksimal 60 pemain. Mereka terdiri atas maksimal 30 pemain senior dan 30 pemain U-21. "Pada intinya kami siap menerima tim asistensi dari BLI pada 24 Maret mendatang. Apalagi masih ada beberapa tim superliga yang kondisinya masih di bawah Persela," tuturnya.

Seperti diberitakan, enam dari 18 tim yang lolos superliga menjadi pasien khusus BLI, khususnya menyangkut persyaratan infrastruktur. Enam tim tersebut adalah Persiwa Wamena, Persiter Ternate, Persiba Balikpapan, Persela Lamongan, Persijap Jepara, dan Pelita Jaya Purwakarta. (feb)

16 Maret 2008

Ditawari Striker Andal Asal Argentina

 


LAMONGAN-Perburuan Persela Lamonga untuk menambah dua pemain asing hingga kini belum ada kejelasan. Konon, seminggu lebih diinformasikan sedang melakukan negoisiasi terhadap dua pemain sampai sekarang juga tidak ada kejelasan. Dua pemain tersebut tidak pernah disebutkan namanya, hanya dikatakan sebelum ini bermain di klub divisi utama yang berasal dari Kamerun dan Brazil.

Sebenarnya sampai sebatas mana negoisiasi yang dilakukan oleh tim pemburu pemain? Bukankah waktu latihan tinggal setengah bulan lagi? Manajemen ternyata juga tidak berani memastikan jawaban. Bahkan, bisa jadi bidikan terhadap salah seorang pemain asing, utamanya yang berposisi striker yang disebutkan itu dibatalkan. Alasannya, selain terlalu bertele-tele, Persela kini juga sedang mendapat tawaran pemain baru. Yaitu striker andal dari Argentina.

"Kita sedang pikir-pikir. Dilihat dari rekaman pertandingan yang diberikan oleh agen pemain yang menawarkan kepada kita, srtriker Argentina ini terbilang cukup bagus. Usianya pun masih muda," kata Bendahara Persela Yuhronur kemarin (16/3).

Tidak hanya itu. Dari melihat curriculum vitae yang disodorkan kepada manajemen menyebutkan striker Argentina tersebut ternyata berasal dari klub divisi utama di negaranya. Sayang menejemen belum berkenan menyebut namanya, karena ada klub lain yang juga mengincar pemain ini.

"Tapi, kita lebih dulu memesan kepada agennya, agar pemain ini jangan ditawarkan kepada klub lain dulu dan rupanya disetujui," imbuh Yuhronur yang juga dikenal selaku Dirut Bank Daerah Lamongan ini.

Jika melihat sejarah kompetisi Ligina XIII lalu, Persela sebenarnya banyak dirugikan dengan kehadiran pemain asal Argentina. Saat itu ada dua pemain, yaitu Gustavo Fabian Lopez dan Maximilliano. Keduanya memang memiliki skill bagus, terutama Gustavo terbilang istimewa. Kecewanya, Gustavo pulang kampung saat waktu istirahat putaran pertama kompetisi dan tidak kembali lagi ke Indonesia. Setelah itu, Maximilliano juga tidak maksimal.

Ternyata pengalaman ini tidak membuat Persela trauma. Manajemen cukup fair, bahwa hal itu dilakukan karena oknum semata. Buktinya, banyak pemain Argentina yang merumput di sejumlah klub di Indonesia, ternyata tabiatnya juga baik. "Pengalaman itu kita anggap sebagai kecelakaan bagi Persela. Namun demikian, kita tetap harus selektif dalam mencari pemain," tandasnya.(idi)