LAMONGAN-Telenta Jimmy Suparno, striker lokal yang kali terakhir memperkuat Deltras Sidoarjo rupanya masih mampu menggetarkan hati manajemen Persela Lamongan. Sehingga, perburuan terhadap pemain kelahiran Cilacap, Jawa Tengah itu pun dilakukan. Terlebih setelah mendengar nasib Jimmy sedang dalam keadaan tidak ada kepastian dari klub asalnya, perburuan semaikin diintensifkan.
Hasilnya positif. Tim pemburu pemain tim Laskar Joko Tingkir akhirnya menemukan jawaban. Setelah terjadi keepakatan kontrak, pemain jebolan diklat Salatiga itu menyatakan siap bergabung dengan tim kesebelasan kebanggaan warga Lamongan ini. Dan, secara resmi Jimmy kemarin (2/3) teken kontrak dengan Persela. Dia amunisi terbaru dan pemain lokal terakhir yang ditargetkan Persela.
"Mudah-mudahan bergabungnya Jimmy ini akan semakin menjadikan tim kita semakin tangguh dan siap bersaing di ajang super liga nanti," kata Ketua Umum Persela Masfuk.
Penandatanganan kontrak pemain antara Jimmy Suparno dengan Persela kemarin dilakukan di ruang kerja bupati. Saat itu disaksikan Ketua Harian Persela Fadeli dan sejumlah pejabat teras Persela lainnya. "Saya akan bekerja keras untuk Persela. Semoga kehadiran saya di Lamongan mendapat sambutan dan dukungan baik. Tentu bisa diterima tim secara utuh sehingga mampu bekerjasama dalam satu tim," ujar Jimmy, yang mengaku masih lajang ini.
Dikontraknya Jimmy Suparno yang juga pernah membela Persipura Jayapura, Persijap Jepara ini menjadikan jumlah pemain Persela menjadi 25 orang. Banyak yang tidak menyangka Jimmy bakal direkrut, karena sebelumnya manajemen menyatakan pemain lokal sudah cukup.
Kalaupun masih kurang hanya butuh dua pemain asing saja. Yaitu untuk posisi striker dan gelandang bertahan atau play maker. Sebenarnya bidikan pemain asing untuk posisi itu sudah ada. Menurut manajemen, tercatat ada tujuh pemain yang berasal dari berbagai Negara. Di antaranya pemain asal Liberia, Nigeria, Brazil dan Argentina.
Hanya, sejumlah pemain itu hingga kini masih belum dihadirkan di Stadion Surajaya untuk bergabung dengan Marcio Souza dkk. Alasannya, karena selama setengah bulan sejak latihan perdana yang dimulai Selasa lalu, Persela tanpa dibimbing oleh pelatih kepala. Yatu M. Basri dan asistennya Agus Yuwono karena keduanya masih mengikuti kursud kepelatihan untuk mendapatkan lisensi A. Lisensi itu penting karena menjadi syarat utama sebagai pelatih tim peserta kompetisi super liga.
Sementara itu, latiha hri kedua Persela kemarin berlangsung seperti sehari sebelumnya. Sebanyak pemain yang hadir hanya menjalani latihan ringan. Melakukan peregangan serta sentuhan bola dan dilanjutkan game setengah lapangan. Program latihan seperti itu dijalankan M. Hadi dan ragiel Sudirman, hanya semata-mata menjalankan program yang ditingalkan Basri.(idi)
Persela Official Website
03 April 2008
Jimmy Suparno Gabung Persela
31 Maret 2008
Latihan Perdana
LAMONGAN - Persela Lamongan nanti sore mengawali latihan perdananya. Ketua Umum Persela Masfuk beserta jajarannya siap turun ke lapangan untuk melihat latihan awal tim berjuluk Laskar Joko Tingkir ini. Dia juga akan memberikan motivasi khusus kepada pemain yang diproyeksikan menghadapi superliga. "Setidaknya, saya ingin pertemuan kali pertama menjadi momen penting pemain dan Persela untuk menapaki kompetisi superliga mendatang," katanya.
Masfuk merasa perlu turun lapangan karena di latihan perdana tersebut para pemain tidak akan didampingi pelatih kepala M. Basri dan asisten Agus Yuwono. Keduanya masih setengah bulan lagi di Jakarta untuk menyelesaikan kursus pelatihan lisensi A. "Insya Allah, jika tidak ada acara yang tidak bisa ditinggalkan saya akan menyempatkan diri datang saat latihan perdana besok (hari ini, Red), " imbuhnya.
Rencananya, latihan nanti sore dipimpin dua asisten pelatih yang tersisa. Yakni, Ragil Sudirman dan asisten pelatih penjaga gawang M. Hadi.
Sementara itu, kamar-kamar di mes Persela, Jalan dr Wahidin Sudiro Husodo kemarin sore mulai penuh. Selain pemain lama yang masih diperpanjang kontraknya, sejumlah pemain baru juga sudah menampakkan diri. Mereka di antaranya trio eks pemain Pelita Jaya Purwakarta, wing back Tommy Rifka, penjaga gawang Edy Supriadi, dan stopper Andrew.
Sementara beberapa pemain yang belum hadir, direncanakan pagi ini datang ke Lamongan. Di antaranya, striker Dicky Firasat dan gelandang Alex Robinson. Keduanya baru mendapatkan tiket penerbangan ke Surabaya hari ini. (idi)
Taufik Kasrun Melamar Persija

JAKARTA -- Kebersamaan Taufik Kasrun dengan Persela Lamongan musim ini berakhir. Sebab, tim yang membesarkannya itu tidak memperpanjang kontraknya. Setelah terdepak dari Persela, mantan kapten tim nasional (Timnas) U-23 tersebut mencoba mengadu nasib ke ibukota. Persija Jakarta menjadi tujuannya. Taufik pun kini sudah mengajukan lamaran ke tim berjuluk Macan Kemayoran. “Saya sudah berkomunikasi dengan pelatih dan manajemen Persija,” tutur pemain yang berposisi sebagai stopper tersebut.
Namun untuk sementara, Taufik masih diminta menunggu. Manajemen dan tim pelatih masih butuh waktu untuk menerima Taufik. Sebab, saat ini Persija juga kebanjiran lamaran dari pemain yang beroperasi sebagai stopper.
Di antaranya ada Pierre Njanka asal Kamerun dan Patricio Jimenez yang musim lalu berkostum Persib Bandung. Sejauh ini, Persija juga sudah memiliki dua defender, yakni Leonard Tupamahu dan Leo Saputra. Selain itu, juara Liga Indonesia 2001 tersebut juga akan mengikat Abanda Herman yang notabene seorang defender.
“Kami senang dengan lamaran Taufik. Tapi, kami minta dia menunggu dulu,” kata Mahfudin Nigara, asisten manajer Persija.
Sebelum melamar ke Persija, Taufik sebenarnya sudah ditawar tim asal ibukota yang lainnya, yaitu Persitara Jakarta Utara. Pemain asal Lamongan tersebut diminati Persitara untuk mengisi lini belakang tim berjuluk Laskar Si Pitung itu di Superliga 2008. Sebelumnya Taufik juga ditawar Persita Tangerang.
“Tapi, diantara kami tidak terjadi kata sepakat soal kontrak. Karena itu, saya masih memilih menunggu kabar dari Persija,” aku Taufik.
“Terus terang saya sangat berhasrat main di Persija. Sebab, saya ingin meraih prestasi terbaik di sepak bola Indonesia. Bersama Persija kan ambisi itu bisa lebih mudah diwujudkan,” imbuhnya. (fim/jpnn)
