12 April 2008

Oscar Belum Masuk Penilaian

LAMONGAN - Keberadaan striker Oscar Aravena di Persela Lamongan saat ini belum diperhitungkan. Pengurus tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu masih memerlukan waktu untuk bisa menilai kemampuan striker asal Chile tersebut.

"Belum. Kami belum berpikir tentang Oscar. Sebelum ada pemain asing yang sengaja kami datangkan, Oscar masih belum masuk pada penilaian kami. Untuk sementara kita lihat saja," kata Ketua Harian Persela Fadeli kemarin.

Dia menjelaskan, Oscar datang ke Lamongan sama sekali tidak atas undangan Persela. Kalaupun akhirnya dia diperbolehkan mengikuti seleksi di tim berkostum kebesaran biru muda ini, tidak lain karena pertimbangan kemanusiaan.

Persela, lanjut Fadeli, sudah memiliki beberapa pemain bidikan di luar nama Oscar. Mereka semuanya belum pernah bermain di Indonesia. "Kecuali kalau pemain yang kami undang sudah datang dan ternyata kualitasnya masih di bawah Oscar, itu lain ceritanya. Bisa jadi Oscar dipertimbangkan. Tapi, sampai sekarang kita masih belum memikirkan Oscar, meskipun dia tadi (kemarin, Red) terlihat bermain bagus," imbuhnya.

Persela kemarin sore memang menggelar uji coba di Stadion Surajaya Lamongan. Karena lawan yang dihadapi hanya tim junior U-21 yang baru beberapa hari mendapat polesan dari pelatih Ibnu Grahan, hasilnya bisa ditebak. Persela senior menang dengan skor 4-0.

Dalam pertandingan tersebut, lini depan Persela tidak terlalu kesulitan untuk menembus pertahanan tim junior. Oscar pun tidak kesulitan untuk kerja sama dengan striker Marcio Souza da Silva. Dari tiga gol yang berhasil dicetak Marcio, lahir dari kerja sama dengan Oscar.

Sementara satu gol lainnya dilesakkan striker Perry S Kollie. Striker asal Liberia ini datang mengikuti seleksi seizin pengurus dari pengajuan gelandang asing Persela Alex Robinson. "Oscar memang bertambah bagus. Itu terlihat dari teknik dan kerja sama saat berlaga. Tapi, semuanya terserah pelatih dan dia juga masih dilihat lebih jauh lagi," kata asisten pelatih Persela M. Hadi.

Sementara itu, pelatih Persela U-21 Ibnu Grahan mengatakan, banyak manfaat yang dipetik dari uji coba itu. Setidaknya, dia bisa membaca pemain yang dilatihnya dalam memeragakan permainan di sebuah pertandingan. "Sebagai ajang seleksi, uji coba ini sangat bagus. Kalaupun nantinya ada pemain yang terpaksa harus dicoret, mereka juga akan merasa puas karena seleksi yang dilakukan tidak sekadar main coret," katanya. (idi)

09 April 2008

Dibanjiri Tawaran Striker

LAMONGAN-Lowongan dua pemain untuk posisi striker dan stoper Persela Lamongan ternyata banyak yang mengendus. Buktinya, banyak tawaran dari sejumlah agen pemain untuk memasok pemain yang berposisi sesuai kebutuhan tim Laskar Joko Tingkir tersebut. Setidaknya ada tiga agen yang gencar menawarkan pemainnya dalam tiga hari terakhir. Di antaranya agen pemain Argentina, Liberia dan Kamerun.

Tawaran pemain ini di luar tujuh pemain asing yang sebelumnya pernah diinformasikan Persela sebagai pemain bidikan. Kebanyakan asalnya hampir sama, tapi sejumlah itu terdiri dari beberapa striker dan stoper. Ketujuh pemain ini direncanakan dalam beberapa hari terakhir ini, bahkan informasinya sebelum ada pelatih M. Basri sekalipun.

Pemain yang ditawarkan semuanya diinformasikan sama sekali belum pernah merumput di Indonesia. Bahkan, untuk meyakinkan para agen juga mengirim curriculum vitae pemain bersangkutan. Mulai nama, klub asal, tinggi dan berat badan hingga informasi prestasi selama pemain tersebut berkarir di klub yang dibelanya.

"Kalau tidak salah ada lima pemain. Dua dari Argentina, seorang Liberia dan sisanya Kamerun," kata Ketua Harian Persela Fadeli kemarin (9/4).

Untuk dua pemain asal Argentina, lanjut Fadeli yang juga menjabat sebagai Sekkab Pemkab Lamongan ini, ditawarkan sendiri oleh agennya. Keduanya berposisi striker. Namanya Carlos Raul dan Pablo Alejandro. Sedang pemain yang asal Liberia dilewatkan melalui Alex Robinson, namanya Perry S Kollie juga bermain untuk posisi striker. "Pemain yang dari Kamerun kita masih belum tahu namanya," imbuhnya.

Pemain asal Kamerun yang ditawarkan ini rupanya juga melalui perantara. Yaitu, lewat Nyeck Nyobe, mantan stoper Persela di putaran kedua Ligina XIII lalu. Posisi pemain ini juga belum diketahui pasti. Semua pemain yang ditawarkan tadi diperkirakan akan dikirim ke Lamongan jika sudah ada M. Basri. Kecuali Perry S Kollie, yang kemungkinan besar sudah berada di Stadion Surajaya nanti sore. Kehadirannya tentu akan menjadi pesaing Oscar Arevena yang sudah mulai terlihat bermain bagus setelah beberapa hari ini mengikuti seleksi.

Sementara itu, program dan menu latihan yang dijalankan asisten pelatih M. Hadi dan ragiel Sudirman semakin meningkat bobotnya. Sebelumnya hanya menjalankan program pengembalian insting bola terhadap pemain. Kini, pemain sudah mulai digenjot untuk latihan fisik. Termasuk latihan senam aerobic dan fitnes. Program latihan juga sudah mulai dua kali sehari pagi dan sore.(idi)

07 April 2008

Oscar Seleksi di Persela


HAUS GOL: Oscar saat menjadi top scorer
bersama PSM




LAMONGAN-Ambisi Oscar Aravena ingin kembali memperkuat Persela Lamongan sangat besar. Legiun asal Chile itu membuktikannya dengan mengikuti latihan serius bersama Marcio dkk di Stadion Surajaya Lamongan kemarin sore (4/3). Seperti yang disampaikan kepada manajemen, dia siap diseleksi. "Saya akan tunjukkan kalau saya masih layak. Saya akan bekerja keras untuk meyakinkan Persela agar bisa direkrut," katanya.

Mantan top score Ligina IX saat memperkuat PSM Makassar ini jauh berbeda saat masih bergabung di Persela di ajang Ligina XI lalu. Dia tidak lagi tambun. Tubuhnya kurus atau lebih pas dikatakan ideal sebagai seorang striker yang butuh kelincahan saat merumput di lapangan. Dia mengaku berat badannya sekarang hanya 73. Turun 10 kilogram disbanding saat di Persela dua tahun lalu.

Untuk menguruskan badan itu, Oscar yang sejak kompetisi Ligina XIII usai tidak kembali ke negaranya tapi tinggal di Bali itu mengaku rajin berolahraga. Minimal dalam dua bulan terakhir. Dia berlatih sepak bola setiap hari dan mengatur makanan agar tidak berlebihan. "Karena saya ingin sekali musim tahun masih bisa bermain bola di Indonesia. Khususnya di Persela," imbuhnya.

Mengapa di Persela? Oscar yang tahun lalu memperkuat Persegi Gianyar ini mengatakan ingin balas budi. Dia merasa namanya terangkat juga dari Persela. Yaitu saat memperkuat tim kesebelasan Laskar Joko Tingkir ini berlaga di Divisi I PSSI. Selain itu, dia juga ingin membayar utang atas penampilannya di Ligina XI yang diakui sangat mengecewakan Persela.

"Saya ingin main di Persela lagi. Saya ingin tunjukkan bahwa Oscar bukan seperti saat Ligina XI dulu lagi. Saya ingin karir terakhir dan terbaik saya untuk Persela," tandasnya.

Kedatangan Oscar ke Lamongan tanpa diundang. Persela sendiri sudah merencanakan menghadirkan sedikitnya tujuh pemain asing untuk dilakukan seleksi. Yaitu, untuk menambah kekurangan kuota dua dari lima pemain asing seperti aturan yang ditetapkan Badan Liga Indonesia (BLI). Seleksi nantinya hanya untuk posisi striker dan gelandang bertahan.

Meskipun demikian, manajemen tidak menolak saat Oscar menawarkan diri untuk mengikuti seleksi. Padahal, pemain sekelas Oscar semestinya tidak harus melalui seleksi. "Karena kita tidak tahu persis perkembangan Oscar sekarang. Dia sendiri yang menawarkan untuk diseleksi, dan kita juga tidak menolak. Kita lihat saja," Fadeli yang juga menjabat Sekkab Pemkab Lamongan ini.(idi)